Showing posts with label #Friendship. Show all posts
Showing posts with label #Friendship. Show all posts

Sunday, May 03, 2015

Menyembuhkan Diri Di Curug Cibereum

Eiittss... Jangan salah dulu mengartikan kata "menyembuhkan diri" pada judul, ini bukan mistis-mistisan kok hehehe...

Menyembuhkan diri di sini maksudnya adalah ya mencari kesegaran di saat badan lagi gak terlalu enak alias sakit.

Beberapa waktu yang lalu saya jatuh sakit dalam waktu yang lumayan lama buat saya, semingguan lama kan ya? Nah ketika masih kurang enak badan tapi udah gak terlalu parah, temen saya mengajak saya untuk pergi ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di daerah Jawa Barat itu. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan ajakannya, dalam benak saya sih yang penting iyain aja dulu, masalah besok bisa pergi atau gak ya lihat besok aja.


Thursday, April 09, 2015

Membelah Hutan Demi Sang Dua Warna

Membelah Hutan Demi Sang Dua Warna

Medan! Iya betul, kali ini saya masih akan membahas soal perjalanan di kota Medan. Apa lagi sih yang kamu tahu soal wisata kota Medan? Masjid Raya? Istana Maimun? Tjong A Fie Mansion? Restaurant Tip Top? Oke, itu adalah tempat-tempat yang bisa kalian datangi dengan mudah.
Sekarang kita bergeser sedikit dari pusat kota Medan, yaitu daerah Sibolga. Iya, daerah ini masih termasuk kota Medan kok... Untuk ke daerah ini, kalian mesti naik kendaraan pribadi sih. Kenapa? Ya biar cepat dan mudah saja hehehe...
Sibolga ini akan kalian lewati ketika kalian akan menuju Berastagi. Sekitar 1-2 jam waktu yang harus kalian tempuh dan kalian tidak perlu khawatir karena kalian tidak akan menjumpai kemacetan seperti di pusat kota dan udaranya sejuk.

Thursday, January 15, 2015

Dear Arina...


Dear my beloved friend, Arina.

Hari ini, tepat setahun yang lalu, 15 Januari 2014 adalah hari yang tidak akan pernah ku kehendaki datangnya. Hari dimana aku harus kehilangan salah satu sahabat terbaikku, kau Arina. Kau kembali kepada-Nya yang mempunyaimu seutuhnya.

Satu bulan lebih engkau berjuang melawan rasa sakit yang begitu pedih, yang tidak pernah kami tahu betapa engkau merasakan sakitnya. Kami hanya bisa merasakan kesedihanmu, keputusasaanmu, tapi dibalik rasa itu semua, ada satu rasa yang sangat kami kenang, sangat kami hargai, sangat kami turut berikan, yaitu rasa semangatmu. Rasa semangatmu yang ingin sembuh kala itu, bahkan impian-impianmu yang masih engkau bicarakan pada kami turut memberikan kami semangat untuk menemanimu, memberikan semangat untuk kami untuk terus mendoakanmu untuk sembuh.