Tuesday, March 10, 2015

Medan, Kampung Halaman Tempat Hati Selalu Ingin Berpulang.

Medan merupakan salah satu kota terbesar yang ada di Indonesia. Sudah sangat banyak yang terkenal dari kota Medan, mulai dari tempat wisatanya sampai terkenal dengan kulinernya. Selain itu, Medan selalu identik dengan orang batak. Padahal di kota Medan ini bukan hanya ada suku batak, melainkan terdapat suku-suku lainnya, sebagai contoh, di tempat nenek saya tinggal merupakan tempat yang mayoritas penduduknya berasal dari Tiongkok dan India. Kebetulan, saya merupakan keturunan Tiongkok (kata cina tak lagi diperbolehkan oleh pemerintah karena lebih mengarah kepada rasis) atau saya memang lebih suka disebut sebagai cina walau dua kata tersebut sama saja.

Petualangan atau saya lebih suka bilang ini sebagai pulang kampung dimulai pada 19 november 2014. Saat itu saya tidak sendiri, karena saya pergi dengan papa saya yang mana papa saya lah yang berasal dari Medan. Tiket sudah kami pegang jauh-jauh hari, apalagi kalau bukan demi tiket murah yang sebenarnya gak murah-murah juga tapi cukup lumayan murah (maunya apasih Wil...). Waktu itu kami memilih maskapai Citilink karena melalui pertimbangan kalau pilih maskapai sebelah yang punya warna merah dan simbol hewan itu takut kena delay hehehe.... (alasan pribadi sih itu sebenarnya).


Thursday, January 15, 2015

Dear Arina...


Dear my beloved friend, Arina.

Hari ini, tepat setahun yang lalu, 15 Januari 2014 adalah hari yang tidak akan pernah ku kehendaki datangnya. Hari dimana aku harus kehilangan salah satu sahabat terbaikku, kau Arina. Kau kembali kepada-Nya yang mempunyaimu seutuhnya.

Satu bulan lebih engkau berjuang melawan rasa sakit yang begitu pedih, yang tidak pernah kami tahu betapa engkau merasakan sakitnya. Kami hanya bisa merasakan kesedihanmu, keputusasaanmu, tapi dibalik rasa itu semua, ada satu rasa yang sangat kami kenang, sangat kami hargai, sangat kami turut berikan, yaitu rasa semangatmu. Rasa semangatmu yang ingin sembuh kala itu, bahkan impian-impianmu yang masih engkau bicarakan pada kami turut memberikan kami semangat untuk menemanimu, memberikan semangat untuk kami untuk terus mendoakanmu untuk sembuh.


Friday, December 26, 2014

Menjejakkan Kaki Di Tanah Impian, Aceh.

Aceh, tepat pada tanggal 26 Desember 2004 silam terjadi peristiwa yang sangat mencengangkan yang tidak akan pernah terbayangkan di benak kita semua. Tsunami. Iya, Tsunami, banyak yang baru mengetahui apa itu tsunami setelah ini terjadi tahun 2004 silam. Dan tepat pada hari ini, 26 Desember 2014 merupakan peringatan 10 tahun tsunami Aceh dan saya akan membagi kisah ketika saya yang pada akhirnya bisa menjejakkan kaki di tanah impian saya, Aceh.

Perjalanan ke Aceh ini merupakan satu rangkaian perjalanan juga dengan perjalanan di kota Medan, yang nanti akan saya tulis juga. Perjalanan ke Aceh ini dimulai pada tanggal 25 November 2014. Memutuskan untuk memilih jalan darat untuk ke Aceh, saya membeli tiket bus tujuan Banda Aceh. Banyak sekali bus yang bisa dipilih untuk ke Banda Aceh, tapi saya memilih bus The Royal karena ingin merasakan bus ini (sebenernya karena ini adalah perusahaan teman saya). Bus-bus ke Banda Aceh bisa dibilang hampir semuanya cukup nyaman, jadi tidak perlu takut.

Berangkat pukul sembilan malam dan tepat pukul delapan pagi saya sampai di Terminal Batoh, Banda Aceh. Di sini saya dijemput teman saya yang saya kenal dari sosial media, Twitter. Aulya namanya.


Monday, December 22, 2014

Dari Car Free Day Solo Sampai Mengejar Matahari Terbenam Di Wonogiri

Solo! Apa sih yang kamu kangenin dari kota Solo? Kalau saya sih banyak! Selain ini merupakan kampung halaman saya, kota Solo ini juga merupakan salah satu kota yang membuat saya sering kangen karena orang-orangnya yang ramah.

Kedatangan saya ke kota Solo kali ini masih satu perjalanan saya saat ke Jogja, saya memilih ke kota Solo karena waktu itu saya tidak tahu mau pergi kemana karena agenda waktu itu bebas, boleh pergi kemana saja. So, I chose Solo.

Naik kereta dari Jogja, saya kedapatan kereta prameks (sebenarnya waktu itu sih mau pilih KA Sriwedari tapi jamnya terlalu lama). Saya pun harus menunggu kurang lebih 2 jam sampai keretanya tiba di Stasiun Tugu.

Satu jam perjalanan dari Jogja ke Solo. Sampai Solo saya harus menunggu tante saya yang akan menjemput yang ternyata ia ketiduran :')